Monday, July 2, 2012

PUISI #1

sekarang saya coba menulis sebuah puisi karya sendiri tentunya. Maaf kalau belum sempurna dan masih banyak kekurangan.

=======================================================================

HAI NEGRIKU
cipt Bagus Ramadhan

HAI NEGRIKU
APAKAH KAU TAU KONDISIMU
PERNAHKAH ENGKAU MEMIKIRANNYA
MEMIKIRKAN PENYAKIT YANG KAU DERITA

HAI NEGRIKU
PERNAHKAH KAU LIHAT MEREKA
ORANG ORANG YANG TERLANTAR
ORANG ORANG YANG HANYA MEMBISU, TANPA BISA BERBUAT APA APA

HAI NEGRIKU
PEPOHONANMU KINI BERKURANG
MEREKA MENGGANTINYA DENGAN SANG PENCAKAR LANGIT
MEREKA MENGGANTINYA TANPA MENGHIRAUKAN KONDISIMU

HAI NEGRIKU
AKU MENYAKSIKANNYA
MEREKA MEMPERBURUK KONDISIMU
MEREKA TAK BISA MENGERTI PERASAANMU

HAI NEGRIKU
AKU SEDIH, AKU MARAH
HARUS KUAPAKAN PERASAANKU
AKU TAK BISA BERBUAT APA APA
KARENA KU HANYA RAKYAT KECIL YANG LEMAH

Wednesday, June 27, 2012

HARI SANG NELAYAN

pagi ini aku memulai hari yang baru lagi. Kususuri gelapnya pagi demi kehidupanku, anakku, juga istriku. Pagi memang terasa dingin, dan mata masih belum siap untuk memulai hari, tapi aku harus mengalahkan semua itu demi kepentingan hidup. Ya, aku seorang nelayan, aku biasa menyiapkan segala hal yang kulakukan untuk bekerja. dimulai dari mempersiapkan kapal, sampai ke perbekalanku.
Kutarik kapal kecil ku dari belakang gubuk kecilku hingga ke pantai, jaraknya kurang lebih sekitar 2 km. Aku merasa lelah, tapi semua itu harus kuhilangkan agar aku bisa menjalani hidup. Aku bersyukur karena sekarang aku menggunakan kapal yang bermotor karena tidak bergantung lagi kepada angin.
Aku mulai berlayar ke lepas pantai sejam sebelum matahari menampakkan dirinya. Kutunggu ikan ikan tangkapanku. aku berhasil menangkap cukup banyak sehingga sejam setelah fajar tiba aku sudah kembali ke pantai dan menjual ikan hasil tangkapan ku. saat kucoba jual, ternyata harganya sangat kecil, pembeli berkata bahwa ikan ikan ini sudah tidak segar lagi. Kupikir kenapa, ternyata sepertinya karena aku membiarkan ikan ikan itu di kapal kekeringan tanpa air.
Aku kembali ke laut sambil membawa tampungan air, berharap ikan ikan hasil tangkapanku dalam kondisi segar saat akan dijual. Saat aku kembali dikala matahari berasa di puncak untuk menjual ikan-ikanku. Aku kembali ke pembeli yang sama dan harganya naik sedikit, katanya ikan-ikanku memang segar tapi sedikit lemas, aku berfikir sepertinya karena ikan ikan ini tidak banyak bergerak selama perjalanan.
Aku kembali lagi ke laut dengan membawa hiu-hiu kecil di tempat akuakan menyimpan ikan-ikanku. Aku menjual ikan-ikanku yang telah kusimpan di temapt berisi hiu-hiu kecil saat hari menjelang malam. Saat aku menjualnya ke pembeli yang sama, ia menawarkan harga yang sangan tinggi karena ikan-ikannya dalam kondisi segar.
=========================================================================

Itulah hidup, anggaplah kita ini ikan ikan, kita harus melalui masalah masalah kehidupan dan menyelesaikannya agar kita bisa menjadi orang yang leih baik lagi..

*terinspirasi dari ceramah jumat

Tuesday, June 26, 2012

NOVEL SINGKAT #4

*drrrrrt...drrrrrrrt*
suara HPku yang membuatku bangun dari tidurku, saat kulihat dengan pandangan yang cukup samar-samar karena masih mengantuk, ternyata itu SMS dari Topo, ia mengajakku dan teman-teman yang lain untuk pergi ke rumahnya, dan Ia meminta kita semua berkumpul di sekolah agar bisa berangkat bersama

aku berangkat dari rumah diantar oleh ibuku, untungnya di jalan tidak macet jadi aku berfikir bisa sampai dengan cepat, tetapi ibuku harus mengambil uang di bank yang membuatku harus menemaninya...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

aku sampai di sekolah dengan santai karena ibuku berkata, "paling belum pada ngumpul, santai aja"
tapi setelah aku masuk sekolah dan melihat tempat berkumpul kami sudah banyak orang, dan semuanya sudah berkumpul kecuali aku #tidaaaaaak#
aku bisa melihat Lia, Rezi, Rahman, Fay, Indi, Budi, dan Dhani.
"eh Ra, udah dateng, yaudah yuk, langsung aja ke rumah aku",
Topo itu baik (T_T) meski dia kaya, perfeksionis, dan pintar tapi ia tidak sombong

kami semua pergi ke rumah Topo dengan menyewa angkot, disana aku tidak merasa sesak karena satu angkot tersebut kami sewa, jadi tidak akan ada yang naik angkot ini lagi sampai kami turun.

Di angkot aku duduk di sebelah Rahman dan di depan Topo, aku duduk di ujung. Aku bisa melihat Fay menaiki motornya, aku berfikir, apakah aku bisa menjalani hari ini tanpa kecanggungan bicara dengan Fay??

sekitar 15 menit berlalu, dan akhirnya kami sampai di rumah Topo. Rumahnya sesuai perkiraanku, besar dan keren. Rumahnya tampak terbagi menjadi 3, bangunan depan, bar di tengah dan bangunan belakang.

Disana kami semua bermain macam macam, berbincang bincang dan tentu saja makan cemilan~

aku berusaha memulai pembicaraan dengan Fay dengan mengajakna bermain kartu, awalnya aku canggung, deg degan, takut, tapi ternyata hal yang kutakutkan tidak terjadi, karena semua diantara kami sudah kembali seperti dulu lagi, tidak ada lagi kecanggungan, yeaaay~

tak terasa hari sudah siang, dan kami berencana untuk membuka forum buka bukaan, atau mungkin lebih dikenal dengan 'truth or dare' tapi ini lebih seperti 'truth or truth'

semua rata rata menanyakan siapa orang yang kamu suka dan yang lainnya, dan akhirnya semua rahasia tentang orang yang kami suka terungkap, terutama Lia dan Topo, selama ini aku tak pernah berfikir kenapa mereka begita dekat, ternyata mereka itu sudah menjadi pasangan, sungguh aku berharap mereka bisa bahagia selamanya, karena akhir kahir ini aku berfikir kalau melihat temanku mempunyai 'happy ending' akan menjadi seuatu yang menyenangkan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

hari terasa indah tadi di rumah Topo, aku bisa berteman seperti biasa lagi dengan Fay dan bisa berkumpul dan bersenang senang bersama teman teman..

========================================================================

yah, kawan kawan pembaca, terima kasih atas kritik dan sarannya, bagi yang mau mengkritik juga boleh kok...

hidup itu ada untuk dinikmati dengan cara yang baik dan tentu saja benar ^^

Sunday, June 24, 2012

NOVEL SINGKAT #3

Aku melihat Fay dan Rin, tapi aku masih sungkan untuk blak blakan menanyakan apa yang ada diantara mereka.

Aku pun menunggu dan menanyakan saran kepada Lia dan Topo, tetapi mereka menyuruhku unttk blak blakan saja. Akhirnya setelah cukup lama aku mengumpulkan mental, aku langsung bertanya kepada Rin dengan wajah gembira dan penasaran seperti "mak comblang" sambil menahan getaran dan rasa takut ini.

"Rin, sebenernya kamu sama Fay itu ada hubungan yang spesial ya?"
"tidak ada apa apa kok, kami hanya teman". ituluah hal yang aku dengar darinya.

saat mendengar itu aku langsung pergi ke arah Lia dan Topo, entah kenapa tapi aku merasa sakit dan sedikit kecewa karena aku merasa mereka masih menyembunyikan sesuatu.

"udah lah, kata aku mereka cuma HTSan", Kata lia menyemangati.
Sedangkan Topo hanya tersenyum sambil menepuk nepuk kepalaku.

"Li, kalo aja aku tau yang sebenarnya meski itu sesuatu yang tidak kuharapkan aku bakal seneng kok, aku bakal ilangin rasa ini kalo akhirnya ternyata diantara mereka emang ada seusatu yang spesial"
"eee, serius Ra??" 
"ya..."
"beneran kamu gak bakal kenapa kenapa?"
"pasti kok"

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

aku pulang dengan kegalauan, rasa ingin tahu, dan sedikit sakit hati karena Fay dan Rin tampak menyembunyikan sesuatu, aku berharap mereka bisa jujur kepadaku sebagai teman.

sesaat, tiba tiba kurasakan HP ku bergetar tanda ada sms masuk.

dan ternyata itu dari Fay, kubuka SMSnya dan kulihat
"Ra, gue pengen minta maaf ya
atas waktu festival waktu itu dan selanjutnya.

sori gue dengan cueknya biarin kamu sakit hati, maaf banget ya.

gue tau kamu juga suka Rin, ya apa boleh buat. kita(gue sama Rin) juga udah saling suka, tapi maaf banget ya, gue udah ga berperasaan sama kamu

so, damai itu indah kan? jadi mau ga ngabulin permintaan maaf aku?"

aku terdiam sejenak, aku memang sering melihat mereka jalan bersama, dan kadang sakit juga tiap ngeliat mereka jalan bareng, dan saat festival waktu itu san sampai saat ini aku jadi jarang berbicara dengan Fay padahal kita sudah berteman sejak kecil, tapi akhirnya aku tau kalau ternyata mereka saling suka.

Langsung kubalas SMS itu dan kumaafkan ia, buat apa aku marah karena hal sepele, meski sedikit sakit mengetahui apa yang sebenarnya setidaknya aku sedikit lega.

aku melihat hari hari gembira bersama teman temanku dan kurasa aku tidak perlu 'perang dingin' lai dengan Fay. aku penasaran kapan kira kira aku bisa bertemu Fay lagi...

Tapi mungkin tidak bisa bertemu di liburan ini..

========================================================================

kawan kawan pembaca, menurut kalian teman itu apa? kalau menurutku teman itu adalah pemberi warna pada hidup ini. sayangilah teman kalian meski mereka menyusahkan kalian dan membuat kalian sakit :D

Saturday, June 23, 2012

NOVEL SINGKAT #2

"Eh Ra,  Rin itu siapanya Fay? ", tanya Lia kepadaku.
"Cucus tuh, haha", serobot Rezi.
"Haha, iya kali, aku ngga tau sih", kataku sambil nahan rasa sakit ini
"Udah, dari pada ngomongin orang, mending jalan jalan lagi kemana gitu", kata Topo.
kamipun pergi ke sebuah mall yang cukup besar dan bersenang senang disana hingga sore.

setelah selesai bersenang senang akupun langsung pulang. Kehidupanku di rumah tidak begitu spesial, tapi aku sangat suka saat berkumpul bersama keluarga dan berbincang bincang.

Sebelum tidur, aku terpikir untuk mengungkap apa yang ada diantara Fay dan Rin di hari esok.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

"pagi yang cerah", pikirku. "Tapi hari ini mungkin akan menjadi hari yang cukup berkesan di hati"
aku mengajak Lia untuk pergi ke sebuah festival yang diadakan hari ini untuk bertemu Fay dan Rin, aku tau mereka akan datang kesana, dan aku mengajak Lia karena ia tau bahwa sebenarnya aku suka Rin.

aku ketemuan dengan Lia di sekolah, Tapi tanpa diduga duga ternyata Topo juga ikut, yaah maklum lah mereka berdua emang kayak gula dan semut. tapi gak apa apa lah, Topo juga suka festival dan dia juga tau rahasiaku.

kami pergi ke festival itu, HTM(harga tiket masuk) nya cukup mahal, tapi tak apa lah, yang penting bisa masuk. Didalam, aku, Lia, dan Topo berkeliling menikmati festival tersebut. Setelah sekian lama aku akhirnya melihat Fay dan Rin...

=========================================================================

akan seperti apakah pertemuan mereka? tunggu apdetan nanti malam, karena nanti malam semua akan terungkap #spoiling.

POST FIKTIF

Hi kawan kawan pembaca, selamat pagi :D pagi Ini aku mencoba menulis sesuatu yang fiktif.
Ini adalah cerita fabel, cerita ini berjudul Tiga Saudara. Oh iya pembaca sekalian, bila kawan kawan pembaca menggunakan cerita ini untuk hal hal lain, mohon dicantumkan sumbernya ya.
===========================================================================


Pada suatu hari, di suatu hutan yang asri dan damai ada seekor tikus muda yang hidup tanpa bimbingan orangtua. Tikus itu hidup di hutan bersama dua orang temannya yaitu seekor burung pipit dan seekor kadal. Mereka bertiga tinggal di sebuah pohon chery yang cukup besar tetapi cukup kering. Mereka bertahan hidup dengan segala hal yang tersedia di hutan itu, mulai dari air sampai buah buahan. Semua hal mereka lakukan bertiga, mulai dari bersenang- senang, mencari makan, mencari air, bahkan sampai semua kesusahan dan semua ketakutan mereka jalani bertiga.
Suatu sore, mereka bertiga sedang berkumpul di tepi sungai untuk mengambil air dan untuk istirahat sejenak setelah mereka berpencar mencari bahan makanan.
Hei kawan, apa saja kah yang berhasil kalian dapatkan hari ini?”, tanya Tikus kepada kedua temannya.
Kita berhasil mendapatkan sepotong nanas, dan sepotong roti yang terjatuh dari tangan manusia yang sedang memakannya, kurasa cukup untuk tiga hari kedepan.”, jawab Kadal.
Aku mendapatkan seekor cacing untuk makan malam, malam ini.”, jawab Burung Pipit melanjutkan.
“Maafkan aku kawan, sebenarnya aku tidak mendapatkan bahan makanan apapun, tapi aku menemukan korek yang bisa kita gunakan untuk sumber cahaya dan kehangatan kita, serta aku juga mendapatkan tiga buah serpihan kayu yang bisa kita gunakan untuk tempat minum kita sehingga kita tidak perlu lagi minum dari satu wadah besar lagi.”, kata Tikus dengan nada sedikit sedih.
Tidak apa kok, yang penting kita selalu bersama.”, kata Burung Pipit menyemangati.
Ya, itu benar.”, tambah Kadal.
Saat malam tiba, merekapun kembali ke pohon chery tempat tinggal mereka, dan saat mereka sampai di depan pohon itu, mereka terkejut karena mereka melihat pohon yang tak pernah berbuah sejak pertama mereka tinggal disitu menampakkan 3 buah chery.
Hei lihat, pohon kita akhirnya berbuah.”, teriak Burung Pipit dengan senang.
Ya, kau benar tapi apa yang harus kita lakukan terhadapnya? Apakah kita harus memakannya atau kita simpan?”, tanya Kadal.
Hei, sebenarnya tadi aku mendengar percakapan seekor rubah dan seekor kucing yang mengatakan bahwa kalau kita bertukar tempat minuman berisi air chery maka kita akan menjadi saudara.”, kata Tikus.
Burung Pipit dan Kadal tidak membantah pernyataan Tikus, bahkan mereka menyetujuinya. Mereka kemudian memeras buah chery tersebut dan menuangkan airnya kedalam serpihan kayu yang didapatkan Tikus. Mereka bertukar tempat minum mereka kemudian mereka bersulang dan meminumnya. Di bawah jutaan bintang sambil diterangi cahaya api, mereka merayakan hari dimana akhirnya mereka bertiga menjadi saudara.
Dengan kita menjadi saudara, meski kita menjalani impian kita masing- masing tapi ikatan kita tidak akan pernah putus.”, kata Kadal kepada kedua saudaranya.
Ya, kau benar dan lihatlah aku pasti akan menjadi burung penjaga istana yang ada di dekat hutan ini.”, kata burung semangat.
Kalian pun tunggulah saat dimana aku menjadi ahli dalam hal cuaca dan aku akan berkeliling dunia mencari sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.” “lalu, bagaimana denganmu?”, tanya Kadal kepada Tikus.
Aku hanya ingin menjadi seorang pengembara. Aku akan mengembara untuk menjadi lebih kuat agar aku bisa melindungi teman yang kukasihi dan kucintai.”, kata Tikus dengan nada meyakinkan.
Malam pun berlalu, hari demi hari mereka jalani dengan suka cita meski melakukan sesuatu yang berbahaya.
Setahun pun berlalu, Kadal telah memulai perjalanannya untuk memenuhi cita- citanya tiga bulan sebelum sekarang. Hari ini adalah hari dimana Burung Pipit memulai cita citanya. Siang itu terjadi percakapan antara Tikus dengan Burung Pipit yang disertai dua burung penjaga istana.
Sudah tiba saat dimana aku memulai cita- citaku, tidak apa- apa kah bila kau kini tinggal sendiri?”, kata Burung Pipit kepada Tikus.
Tidak apa- apa, lagi pula aku akan mulai berkelana bulan depan setelah aku meningkatkan kemampuan bertahan hidupku.”, kata Tikus tanpa keraguan.
Baiklah, aku akan dating lagi kesini sebulan dari sekarang, dan aku akan mencari Kadal dan memberitahukannya bahwa kau akan mulai berkelana.”, kata Burung Pipit.
Burung Pipit pun pergi dan Tikus pun terdiam sementara. Setelah terdiam Tikus pun langsung berlatih dan meningkatkan kemampuannya. Kini setiap hari ia lalui sendiri, dan itu membuat ia lebih kuat.
Malam sebelum keberangkatannya pun tiba, tapi Tikus sedikit gelisah karena angin berhembus begitu kencang tapi ia tidak terlalu mempedulikannya dan ia langsung menyiapkan peralatan yang harus ia bawa. Setelah Tikus selesai menyiapkan peralatan, badai besar tiba tiba dating, melanda hutan serta daerah sekitarnya. Pohon chery yang menjadi tempat tinggal Tikus pun rubuh, dan ia jatuh pingsan di malam itu.
Esok paginya Tikus sadarkan diri di dalam rumahnya, karena melihat rumahnya yang hancur dilanda badai, ia langsung keluar dan memeriksa keadaan sekitar. Saat Tikus keluar,  ia terkejut karena melihat Burung Pipit, saudaranya tergeletak di tanah. Tanpa piker panjang Tikus mencoba menyadarkan Burung Pipit, tapi saat Burung Pipit sadar Tikus lebih kaget lagi karena di perut saudaranya ada tancapan serpihan kayu yang menusuk cukup dalam.
Kau tidak perlu menangis saudaraku, orang kuat sepertimu tidak pantas menangis didepanku seperti itu.”, kata Burung Pipit lemah. “Aku yakin kau akan menjadi seperti apa yang kau inginkan, jadi selamat berjuang…”.
Burung Pipit pun mati seketika dan Tikus menangis keras. Tak lama setalah Burung Pipit mati, ada seekor burung pengantar surat yang mengantarkan surat dari Kadal kepada Tikus. Saat Tikus membacanya ia lebih terkejut lagi karena surat itu berisi: “Hai Tikus dan Burung Pipit, aku sampaikan surat ini kepada kalian karena aku sudah tidak punya waktu lagi, aku dihukum mati di Negeri Kalajengking karena kepintaranku yang melampaui batas, Jadi saat kalian membaca ini aku pasti sudah tiada lagi di Bumi ini. Burung Pipit, bisa kah kau menjaga adik kita sampai dia mencapai cita citanya? Kupercayakan dia padamu ya, karena dia satu satunya hartaku yang paling berharga, jadi tolong jaga dia ya.”.
Tikus pun membulatkan tekad untuk pergi mengembara. Ia sadar bahwa kematian itu pasti menimpa semua makhluk hidup, jadi ia berfikir untuk mengikhlaskan apa yang telah terjadi. Setelah mengubur jasad Burung Pipit, ia memulai perjalanannya menjadi pengembara.
Di awal perjalanannya ia berkata,”Kadal, Burung Pipit, aku tak akan mengecewakan kalian, aku pasti akan menjadi hewan yang berguna. Lihatlah!!”
Di hari itu lah Tikus memulai perjalanannya menjadi pengembara.

SELESAI

==========================================================================
maaf ya kalau ceritanya kurang seru :'(

NOVEL SINGKAT #1

Hari hariku di tahun pertama sudah selesai, tahun keduapun akan dimulai.

sekarang adalah awal liburan akhir tahun ajaran ku, yang bisa kukatakan cukup menyenangkan, tapi akan sangat amat menjengkelkan jika sama sekali tidak ada yang bisa dikerjakan. Aku mengawali
liburan ini dengan jalan jalan mengisi hari bersama sahabat sahabatku tercinta~

seperti biasa aku berkumpul di sekolah untuk bertemu mereka. hari ini aku mengisi hari bersama Lia, Fay, dan Topo. Kita berjalan tanpa tujuan sampai akhirnya memutuskan untuk berdiam di taman kota yang cukup indah, kemudian salah satu temanku bernama Rezi datang menyusul kami.

oh ya, sekedar info, Lia itu orangnya sedikit kalem, tomboy, dan orangnya rada kedaerahan. Fay itu orangnya sangat hobi dengan bermain, dan ia orangnya pintar, kami berdua sudah menjadi teman sejak lama. Topo itu orangnya perfeksionis. Rezi, kurang lebih sama kayak Lia lah. Mereka semua itu aneh, tapi semuanya orang yang sangat baik.

saat ini sebenarnya aku masih belum mengerti apa itu "cinta" tapi aku memiliki rasa suka terhadap seseorang, aku tak bisa bilang itu cinta atau bukan. orang itu bernama Rin, ia orangnya penuh expresi. Dia satu angkatan dibawahku. sudah lama aku menyukainya.

saat berbincang bincang tiba tiba Rin datang ke taman itu. Saat melihatnya aku langsung menyapanya. Aku melihat Fay yang antusias berdiri dan menuju ke Rin, mereka berbincang sebentar kemudian meminta izin pada kami untuk pergi duluan. Mereka tampak akrab, saat melihat mereka aku merasakan sakit di sekitar dadaku, inikah yang dinamakan sakit hati? inikah yang dinamakan cemburu? tapi saat kupikir buat apa cemburu, aku juga hanya temannya. Aku berusaha memegang teguh pendirian bahwa aku masih temannya Rin, tapi aku akan mengungkapkan apa yang ada diantara mereka meskipun itu akan menyakitiku, setidaknya aku tau kenyataannya..
 =========================================================================
Bagaimanakah Rara akan mengungkap itu semua? apa yang akan terjadi diantara Rara, Rin, dan Fay (udah kayak cinta segitiga gini :p)? tunggu apdetan berikutnya :D ~ ~ ~
jadi menurut kalian pembaca, sebenarnya membenci teman itu salah atau tidak sih, terutama membenci karena hal sepele?

NOVEL SINGKAT #prologue

Hai, nama saya Rara, saya anak biasa yang bersekolah di sekolah yang cukup ternama, kehidupan mengasyikan akan dimulai sebentar lagi karena adaptasi yang cukup sulit sudah kujalani di sekolah yang penuh rintangan ini. Saya memulai cerita hidup saya di tahun kedua ini.
Sekedar flash back, tahunlalu itu penuh dengan rintangan karena tugas yang begitu berat, tetapi semua berubah karena teman teman yang selalu menjadi rintangan dan penyemangatku.
Dari semua teman teman ku, ada beberapa yang spesial bagiku, bisa dibilang mereka sahabat dan bahkan terkadang mereka kuanggap sebagai keluargaku sendiri, mereka adalah Fay, Rahman, Lia, Topo, Icha dan masih banyak lagi.
Hari hariku tidak terlalu indah, tapi aku selalu berusaha mengindahkannya, tapi hal utama yang membuat hidupku indah adalah sahabat sahabatku. :D
 ==================================================================
Jadi sayangilah teman teman kalian sebelum akhirnya kalian kehilangan mereka, karena sadar ataupun tidak, meskipun mereka menyakiti kalian, merekalah yang membuat hidup kalian berwarna

Friday, June 22, 2012

gak terlalu penting, tapi boleh dibaca

Pada blog ini, saya hanya menyajikan cerita dalam bentuk text (maklum udik dan masih butuh belajar). Saya usahakan untuk menulis Novel Singkat setiap malam jika sempat. semoga Novel Singkatnya bisa menjadi cerita yang rame :D

NOVEL SINGKAT #starting

"tidak ada apa apa kok, kami hanya teman". ituluah hal yang saya dengar darinya, saya tau ada apa apa diantara temanku Fay dan Rin. disitulah aku mulai berfikir negatif dan kehilangan cahaya kehidupanku, tapi aku masih belum lega karena belum mengungkap dan menyaksikan apa yang sebenarnya ada diantara mereka. Aku memulai perjalanan mencari dan mempertahankan cahaya kehidupanku.


PERKENALAN

Halo kawan, nama saya Bagus Ramadhan. Saya hanyalah orang biasa yang cinta kedamaian. Saat ini saya merupakan siswa dari SMAN 3 Bandung angkatan 2014.
Saya membuat blog ini dengan tujuan untuk membagi pengalaman saya sehari hari, juga tempat menuangkan kegalauan. Semoga isi dari blog ini bermanfaat, amien.
Bagi kawan kawan, boleh follow twitter saya, tapi isinya penuh dengan kegalauan sih, hehe.
Sekian perkenalan dari saya, semoga blog ini bisa bermanfaat. Insyaallah saya akan update paling lama seminggu sekali :D

AWAL YANG BARU

yaah~, saya baru saja memuali blog ini, mohon bantuan dan kerja samanya :)